Thursday, February 21, 2019

Dicari: Guru MUKIDI Bahasa Jawa,


Bismilah. Ini adalah karya tugas dari Workshop Online "SAGUSABLOG" dan merupakan kegiatan rutin dari Ikatan Guru Indonesia.


Dicari: Guru MUKIDI Bahasa Jawa, 



Dari ratusan bahasa daerah yang ada, bahasa Jawa merupakan bahasa daerah dengan penutur terbanyak saat ini yang masih bertahan di Indonesia. Namun, dalam proses pembelajaran, bahasa Jawa sering dianggap remeh.

Itu terbukti dengan adanya anggapan siswa yang mempertanyakan apa fungsi mereka belajar aksara Jawa atau mengingat basa rinengga dalam kehidupan mereka kelak. Menyikapi hal itu, Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan Seminar Nasional Bharada I pada Kamis (26/7).

Dengan mengambil tema “Inovasi Pembelajaran Bahasa Jawa Pendukung Pemertahanan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa di Era Global”, kegiatan itu bertujuan menjaring inovasi-inovasi tentang kebahasaan, kesusastraan, kebudayaan, dan pembelajaran Bahasa Jawa. Dilaksanakan di Auditorium Prof Dr Leo Adriana, Unesa, seminar itu menjaring kurang lebih 250 peserta dari guru-guru Bahasa Jawa se-Jawa Timur, mahasiswa dari berbagai kampus, dan pemerhati bahasa-sastra Jawa.

Pembicara utama dalam seminar ini adalah Syaiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan materi Pergub Nomor 19 tahun 2014 sebagai Kebijakan Pembelajaran Bahasa Daerah. Selain itu ada Suwarno dengan materi Hybrid Learning Pembelajaran Pranatacara dan Darni dengan materi Literasi Bahasa dan Sastra Daerah di Era Global.

Sri Sulistiani, Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Unesa menyatakan, kegelisahan guru bahasa Jawa dalam proses pembelajaran hendaknya dicarikan solusi melalui kegiatan ini. Jurusan Pendidikan Bahasa Jawa, Unesa turut memikul tanggung jawab dan mendukung implementasi Pergub No. 19 Tahun 2014.

“Problematika tergerusnya moral pada generasi muda hendaknya dapat diantisipasi melalui pembelajaran mulok. Bahasa Jawa sebagai salah satu mulok dapat berperan dalam pengasahan nilai karakter. Ungkapan ‘wis nJawa, durung nJawa, dan ora nJawa dalam konsep budaya Jawa merupakan cerminan etika dan moralitas masyarakat. Untuk itu, diperlukan para guru yang MUKIDI (menyenangkan, unik, kreatif, demokratis, dan inspiratif) dalam mengolah pembelajaran bahasa Jawa,” tutur Syaiful Rachman.

Salah satu peserta, Ika Yuliati, guru bahasa Jawa dari Kota Mojokerto saat sesi diskusi menyatakan, kegiatan-kegiatan seminar bahasa daerah masih kurang. Banyak inovasi dari para guru yang dapat ditiru dan dimodifikasi untuk penyesuaian pembelajaran bahasa Jawa khususnya inovasi pengembangan media berbasiskan TIK. Untuk itu, sarana tepat untuk publikasi karya inovasi salah satunya melalui seminar nasional.


Sutriono Hariadi
Guru Bahasa Jawa SMPN 8 Kota Probolinggo
arjuna6060@gmail.com

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Dicari: Guru MUKIDI Bahasa Jawa, http://surabaya.tribunnews.com/2018/07/30/dicari-guru-mukidi-bahasa-jawa.

0 comments:

Post a Comment

Promo Kartun Wajah

PROMO KARTUN WAJAH Anda ingin mengubah wajah menjadi karakter kartun. Tetapi, tidak memiliki waktu untuk menggambar dan belum mengu...